Setelah mengetahui dampak buruk dari merokok, tentu kita ingin menyudahinya, tapi tidak sedikit dari kawan kawan kita yang justru setelah berhenti malah balik lagi melakukan kegiatan merokok. atau jangan jangan kita pun pernah mengalaminya ?
Apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi ? Selain niat kita yang belum "bulat" sempurna :) tentu penyebab lain adalah si nikotin, ya, nikotin merangsang pusat kesenangan di otak, dan dia sangat sangat adiktif, ketika nikotin dihentikan kita akan mengalami withdrawal symtoms atau kumpulan gejala dari efek berhentinya asupan nikotin ke otak yang membuat pederitanya merasa tidak nyaman. Hal ini lah yang membuat seseorang ingin kembali merokok untuk menghindari gejala tersebut.
Ada peribahasa yang berbunyi "Memahat di dalam garis" yang artinya mengerjakan segala sesuatu itu harus ada aturannya, atau bisa kita katakan metode yang kita pakai harus tepat agar tujuan kita bisa berhasil dan sukses. sekarang mari kita lihat metode apa saja yang bisa kita pakai untuk mencapai tujuan kita.
Saya akan coba memberikan beberapa metode, dan berikut adalah beberapa pilihan yang telah terbukti secara ilmiah mampu membantu kita berhenti merokok.
METODE INSENTIF KEUANGAN
Penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2015 yang lalu oleh Prof. Helpern, penelitiannya berjudul Randomized Trial of Four Financial-Incentive Programs for Smoking Cessation, bagai mana metodenya? kita di bayar untuk berhenti merokok dan mendapatkan hadiah yang terus ditambah jika mampu berhenti sampai di bulan ke-6 dan seterusnya, tentu hal ini membutuhkan peran pemerintah atau perusahaan, namun bisa kita coba dengan "cara kita" sendiri dengan melibatkan orang tua atau pasangan kita.
Hanya yang paling disiplin di antara kita mampu berhenti merokok tanpa bantuan. menurut penelitian yang saya kutip dari www.cancer.org, hanya sekitar 4-7 % saja orang yang mampu berhenti tanpa bantuan tambahan, apakah kita termaksud didalamnya?
Jika kita ingin mencoba metode ini, hal pertama yang harus disiapkan adalah mental, sering berkonsultasi dengan dokter dan jalankan saranya, dan tentu kita harus bersiap siap dengan withdrawal symtoms.
Beberapa ahli menyarankan untuk minum air putih saat gejala ingin merokok muncul, alihkan perhatiaan dengan suatu hal yang lain, misalnya pergi untuk berjalan-jalan atau ajak berbicara seseorang, yang intinya membuat pikiran kita sibuk sehingga teralihkan dengan rasa ingin merokok itu.
Satu hal yang bisa cukup membantu yaitu, meminta dukungan orang tua, pasangan atau kawan -kawan dekat kita, biarkan mereka tahu kalau kita sedang tahap untuk berhenti merokok. mereka juga bisa membantu kita tetap jujur.
METODE MENCARI TEMAN
Kekuatan cinta mampu membantu mu, cinta mampu memberikan kita motivasi tambahan agar dapat mampu mencapai tujuan kita. berdasarkan penelitian yang dilakukan di London pada tahun 2015 lalu yang dilakukan oleh JAMA internal medicine.
pada penelitian tersebut bemberikan hasil hampir setengah para peserta laki-laki akan berhasil jika pasangan mereka juga berhasil berhenti merokok. jika dibandingkan dengan 8% para laki -laki yang mampu berhenti merokok pada kondisi pasangannya tidak mampu berhenti merokok. begitu juga kebalikannya, para perokok perempuan akan mampu berhenti merokok jika pasangan laki-lakinya juga mampu berhenti merokok.
METODE NICOTINE REPLACEMENT THERAPY (NRT)
Metode ini mengunakan perangkat seperti inhalers, semprotan hidung, pelega tengorokan, permen karet, dan juga patch nikotin yang ditempel pada kulit, alat alat tadi di desain untuk menyalurkan nikotin secara perlahan agar mampu membantu para perokok untuk mencegah rasa ingin merokok dan mengatasi withdrawal symtoms.
Pada sebuah tinjauan ilmiah yang melakukan 150 tes yang berbeda pada setiap peangkat ini (melibatkan sekitar 50.000 orang peserta) menunjukan bahwa kemungkinan seseorang akan berhenti merokok ketika mengunakan perangkat ini sekitar 50 - 70%. tidak ada satu perangkat yang bekerja lebih baik dari perangkat yang lain.
METODE DENGAN OBAT
Konsultasikan lah dengan dokter jika anda ingin menjalankan metode ini, ada beberapa obat yang tampaknya akan sangat membantu dan menunjukan hasil yang memuaskan terutama jika di kombinasikan dengan metode NRT. Obat - obat seperti Bupropion atau Varenicline adalah obat obatan yang biasanya digunakan, fungsi kerjanya berada di reseptor nikotin di otak anda, setalah mengkonsumsi obat- obat tadi, tubuh akan merespon dengan menghilangkan efek "senang" saat merokok dan juga mampu menekan efek withdrawal symtoms.
Beberapa penelitian menunjukan hasil mengunakan metode dengan obat bisa dua kali lipat kemungkinan anda berhenti ketimbang tanpa obat sama sekali.
METODE ROKOK ELECTRIK ( E-CIGARETE)
Pada tahun 2014 pernah dilakukan penelitian mengenai rokok elektrik, penelitian ini dilakukan oleh Brithish journal the Lancetfound, melibatkan 657 peserta yang mencoba berhenti merokok selama periode 6 bulan, hasilnya rokok elektrik berhasil membantu sekitar 7.3% orang untuk berhenti. Dimana 5.8% peserta pada penelitian itu sedang juga mengunakan metode NRT berupa patch nikotin.
Bisa dikatakan tingkat keberhasilan metode ini sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan metode yang lain. bahkan ada penelitian lain yang menyimpulkan justru para penguna rokok electrik akan jauh lebih sulit untuk berhenti merokok.
AKHIRNYA...
Berhenti merokok sering dianggap oleh para perokok garis keras sebagai kebiasaan yang paling sulit dilakukan. Namun dengan metode metode di atas saya berharap anda mampu melakukannya.
Dan jika benar anda berhasil berhenti merokok, tentunya akan menurunkan resiko anda terkena kangker paru-paru dan kangker kangker lainnya yang sudah mengantri muncul didalam tubuh anda. tentunya akan menurukan kemungkinan anda terkena serangan jantung dan stroke, ganguan paru-paru, impotensi dan lain-lain.
ohiya, rokok juga membuat kulit anda terlihat tua dan keriput, dan juga ada penelitian baru baru ini yang menyimpulkan adanya peningkatan hasil orang orang tidak mau berkencan/ memiliki pasangan yang merokok.
Jomblo seumur hidup?
Berhenti lah!!!
Oke. SUKSES UNTUK KU, UNTUK MU, DAN UNTUK KITA SEMUA. Amin
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.